Bahasa tubuh Anda akan mengirimkan sinyal kepada pikiran bawah sadar lawan bicara. Lewat bahasa tubuh, tabir perasaan lawan bicara akan tersibak.

Kita bisa mempelajari bahasa tubuh lawan bicara. Purnawan E. Andoko dari Wellness World memberi rahasianya:

Mengungkap Arti Bahasa Tubuh Cara Membaca Bahasa Tubuh Manusia

Bahasa Kepala
- Condong ke arah Anda: tertarik, setuju.
- Menjauh secara mendadak: curiga, tidak percaya.
- Topang dagu: bosan.
- Mengangguk: setuju.
- Banyak menoleh: tidak sabar, ingin menyudahi pembicaraan.

Bahasa Mata
- 60 persen menatap langsung: tertarik.
- 80 persen tatapan langsung: tertarik secara seksual.
- 100 persen tatapan langsung: perlawanan.
- Penghindaran tatapan: me¬nyem¬bunyikan sesuatu.
- Lensa mata membesar: sangat tertarik.
- Tatapan jatuh ke bawah dan melirik ke kiri/kanan: tertarik pada Anda.
- Lirik kanan/kiri langsung: bosan.
- Kedipan cepat: tidak setuju.

Bahasa Tangan
- Telapak terbuka ke atas: jujur terbuka.
- Telapak di saku atau tertutup: menyembunyikan sesuatu.
- Mengepal: tegang, tidak nyaman, marah.
- Menutup mulut/hidung: indikasi berbohong.
- Membentuk kerucut: percaya diri atau yakin.
- Tangan di atas meja: siap untuk setuju.
- Jari mengetuk-ngetuk: bosan atau ingin bicara.

Gerakan Lain
- Dada atau pinggul didekatkan: tertarik secara seksual.
- Kaki mengetuk lantai: ingin bicara atau bosan.

Nada atau Kecepatan Bicara
- Lambat dan nada akhir turun: yakin dan menguasai.
- Penekanan kata: otoritatif.
- Nada dan kecepatan meninggi: emosi, tegang, atau menyembunyikan sesuatu.

Bahasa Penolakan
- Kaki atau tangan bersilang.
- Melirik ke kiri/kanan, kepala menoleh ke kiri atau kanan.
- Tatapan langsung minimal.
- Mengetukkan jari atau kaki. Arah kaki tidak kepada Anda.
- Postur tubuh tertutup.

Bahasa Keterbukaan
- Tatapan langsung banyak dengan lensa mata membesar.
- Tangan menangkup membentuk menara.
- Arah kaki kepada Anda.
- Postur tubuh terbuka.

Bahasa Siap Menerima
- Kontak mata lebih 60 persen dan banyak senyum lepas.
- Tubuh atau kepala mencondong kepada Anda.
- Banyak anggukan dan wajah menghadap langsung ke Anda.
- Tangan terbuka di atas meja.

Bahasa Curiga
- Postur tubuh tertutup
- Tangan berada di saku atau posisi menyilang.
- Tatapan melalui sudut mata (lirikan) berulang kali.
- Arah kaki menyerong.

Bahasa Tidak Jujur
- Banyak menatap ke samping khususnya pada bagian kata atau kalimat bohong.
- Tangan sering menutup mulut atau hidung, atau meraba hidung atau telinga.
- Postur tidak nyaman. kompas.com

tubuh, bahasa, bahasa tubuh, rahasia bahasa tubuh, cara membaca bahasa , arti makna bahasa tubuh, sinyal rahasia bahasa tubuh tangan mata kaki, bahasa tubuh wanita dan pria, bahasa tubuh cinta, bahasa tubuh manusia

Banyak anggapan bahwa membaca pikiran adalah pekerjaan seorang psikolog, paranormal atau bahkan dukun. Namun, percaya atau tidak, dalam kehidupan sehari-hari, anda semua adalah seorang pembaca pikiran. Sebab, tanpa kemampuan untuk mengetahui pikiran serta perasaan orang lain, kita semua tak akan mampu menghadapi situasi sosial semudah apapun. Dengan membaca pikiran, kita dapat membuat perkiraan tentang tingkah laku seseorang lalu membuat kita dapat menentukan keputusan berikutnya.

Jika kita melakukan pembacaan ini dengan buruk, dampaknya bisa serius: konflik bisa saja terjadi akibat kesalahpahaman. Contoh yang nyata kesulitan mengenali pikiran dan perasaan orang lain—mindblindness, dapat dilihat pada penyandang autisme, dimana ketidakmampuan tersebut menjadi suatu kondisi yang mengganggu.

Kemampuan membaca pikiran ini, yang oleh William Ickes—profesor psikologi di University of Texas, disebut sebagai emphatic accuracy.

Darimana asalnya?

Kemampuan (terbatas) kita untuk membaca pikiran menurut Ross Buck–profesor Communication Sciences di University of Connecticut, memiliki sejarah yang amat panjang. Dikatakannya bahwa, melalui jutaan tahun evolusi, sistem komunikasi manusia berkembang menjadi lebih rumit saat kehidupan juga menjadi lebih kompleks. Membaca pikiran lantas menjadi alat untuk menciptakan dan menjaga keteraturan sosial; seperti membantu mengetahui kapan harus menyetujui sebuah komitmen dengan pasangan atau melerai perselisihan dengan tetangga.

Kemampuan ini sendiri muncul sejak manusia dilahirkan. Bayi yang baru lahir lebih menyukai wajah seseorang dibandingkan stimulus lainnya, dan bayi berusia beberapa minggu sudah mampu menirukan ekspresi wajah. Dalam 2 bulan, bayi sudah dapat memahami dan berespon terhadap keadaan emosional dari pengasuhnya. Nancy Eisenberg, profesor psikologi di Arizona State University dan ahli dalam perkembangan emosional, menuturkan bahwa bayi berusia 1 tahun mampu mengamati ekspresi orang dewasa dan menggunakannya untuk menentukan tingkah laku berikutnya.

Lanjutnya, bayi usia 2 tahun mampu menyimpulkan keinginan orang lain dari tatapan matanya, dan di usia 3 tahun, bayi dapat mengenali ekspresi wajah gembira, sedih atau marah. Saat menginjak usia 5 tahun, bayi sudah memiliki kemampuan dasar untuk membaca pikiran orang lain; mereka telah memiliki “teori pikiran.” Bayi tersebut mampu memahami bahwa orang lain memiliki pemikiran, perasaan dan kepercayaan yang berbeda dengan yang mereka miliki.

Anak-anak tadi mengembangkan kemampuan membaca pikiran dengan mengamati pembicaraan orang dewasa, dimana mereka membedakan kompleksitas aturan dan interaksi sosial. Selain itu, kegiatan bermain dengan teman sebaya juga dapat melatih anak untuk membaca pikiran anak lainnya. Namun, tak semua anak bisa mengembangkan kemampuan ini. Anak-anak yang mengalami penelantaran dan kekerasan cenderung mengalami hambatan dalam mengembangkan kemampuan membaca pikiran ini. Sebagai contoh, anak yang dibesarkan dalam keluarga yang penuh dengan kekerasan, mungkin akan jauh lebih peka terhadap ekspresi marah, walaupun sesungguhnya emosi marah tidak muncul.

Lanjut lagi, kemampuan membaca pikiran yang lebih maju biasa muncul pada masa remaja akhir. Hal ini terjadi karena kemampuan untuk menyimpan perspektif dari beberapa orang di saat yang sama—dan lalu mengintegrasikannya dengan pengetahuan kita dan orang yang bersangkutan itu—seringkali membutuhkan kemampuan otak yang sudah jauh berkembang.

Bagaimana Membaca Pikiran?

Membaca bahasa tubuh adalah komponen inti dari membaca pikiran. Lewat bahasa tubuh, kita bisa mengetahui emosi dasar seseorang. Peneliti menemukan bahwa ketika seseorang mengamati gerak tubuh orang lain, mereka dapat mengenali emosi sedih, marah, gembira, takut dll, bahkan ketika pengamatan hanya dilakukan dengan pencahayaan yang minim.

Ekspresi wajah juga merupakan penanda bagi kita untuk dapat mengetahui apa yang dipikirkan orang lain. Namun sayangnya, banyak dari kita yang tidak mampu untuk mendeteksi ekpresi ini. Salah satu sumber yang kaya akan penanda ini adalah mata seseorang; otot-otot di sekitar mata. Mata seseorang adalah sumber penanda yang paling kaya jika dibandingkan bagian lain yang ada di wajah. Contohnya: mata yang turun ketika sedih, terbuka lebar ketika takut, terlihat tidak fokus kala sedang berkhayal, menatap tajam penuh kecemburuan, atau menatap sekitarnya ketika tidak sabar.

Kita dapat semakin tahu pikiran orang lain dari komponen-komponen dalam percakapan—kata-kata, gerak tubuh, dan nada suara. Namun diantara ketiganya, Ickes menemukan bahwa isi pembicaraan menjadi komponen terpenting dalam membaca pikiran dengan baik.

Menjadi Pembaca Pikiran Ulung

Lalu, bagaimana kita bisa menjadi seorang pembaca pikiran yang lebih baik? Tim dari Psychology Today telah merumuskan beberapa hal yang bisa membantu kita membaca pikiran.

- Kenalilah orang lain.
“Kemampuan membaca pikiran akan meningkat, semakin kita mengenal lawan bicara kita,” kata William Ickes. Jika kita berinteraksi dengan seseorang selama kurang lebih sebulan, kita akan lebih mudah untuk mengenali apa yang ia pikirkan dan rasakan. Hal tersebut dapat terjadi karena: kita mampu mengartikan kata-kata dan tidakan orang lain dengan lebih tepat, setelah mengamatinya dalam berbagai situasi; kedua, kita mengetahui apa yang terjadi dalam hidup mereka, dan mampu menggunakan pengetahuan itu untuk memahami mereka dalam konteks yang lebih luas.

- Minta umpan balik.
Penelitian menunjukkan bahwa kita dapat meningkatkan kemampuan membaca dengan cara menanyakan kebenaran dari tebakan kita. Misalnya, “Saya mendengar, sepertinya Engkau sedang marah. Benar tidak?”

- Perhatikan bagian atas dari wajah.
Emosi yang palsu, biasanya diungkapkan pada bagian bawah wajah seseorang. Sedangkan, menurut Calin Prodan—profesor neurologi di University of Oklahoma Health Sciences Center, emosi utama bisa dilihat dari sebagian ke atas wajah, biasanya di sekitar mata.

- Lebih ekspresif.
Ekspresivitas emosi cenderung timbal balik. Ross Buck, “semakin kita ekspresif, semakin banyak pula kita akan mendapat informasi mengenai kondisi emosional dari orang lain di sekitar kita.”


- Santai.
Menurut Lavinia Plonka, pengarang Walking Your Talk, seseorang cenderung “menyamakan diri” dengan lawan bicaranya melalui postur tubuh dan pola napas. Jika anda merasa tegang, teman bicara anda bisa saja, secara tak sadar, menjadi tegang pula lalu terhambat, dan akhirnya menjadi sulit untuk dibaca. Ambillah napas panjang, senyumlah, dan coba untuk menampilkan keterbukaan dan penerimaan kepada siapapun yang bersama anda.

Tinjauan Kritis
Perlu kita ingat, bahwa ekspresi emosi bisa berbeda di berbagai budaya. Ekspresi sedih di satu budaya, bisa jadi diinterpretasikan sebagai emosi lain di budaya lain. Jadi jika ingin membaca seseorang, kita perlu memperhatikan pula unsur budaya yang berlaku di tempat tinggal orang itu, jangan sampai salah menebak, atau bahkan memicu terjadinya kesalahpahaman.

Kita juga tak bisa mengesampingkan fenomena membaca pikiran ini sebagai sebuah fenomena yang biasa diasosisasikan dengan kemampuan supranatural, sebab percaya tidak percaya, memang ada orang-orang yang memiliki kemampuan untuk membaca pikiran yang sulit dijelaskan ilmu pengetahuan. Setidaknya penulis telah menemukan beberapa orang dengan kemampuan membaca pikiran, yang bahkan mampu melihat masa depan dan berbagai macam hal yang sulit diterima nalar.

Sumber : popsy.wordpress.com

yxtyxtyxtyx
DOwnload

Siapa yang Ingin Sukses? Nah, hari ini saya pengen cerita pembelajaran yang saya dapatkan dari orang-orang sukses, tentang Bagaimana Cara Pasti Meraih Sukses. Mau? Mau? Mau? Pagi ini saat nulis artikel ini di blog sharing motivasi dan inspirasi, kata motivasi, cerita motivasi, cerita hikmah, kata mutiara, saya juga baru habis membaca kisah sukses seorang atlet olimpiade. Ya, Peningkatan diri terus saya lakukan. Terkadang ngisi seminar, di sisi lain saya juga ikut seminar, baca buku, dengerin audio ataupun nonton video tentang peningkatan diri. Ya, saya mencontek kata mutiara ini : “Ketika anda berhenti belajar, itu artinya Anda “mati”. Saya juga terus berinvestasi meningkatkan diri. Ahh… kok malah cerita tentang saya.. Oke, sekarang akan dibuka rahasia sukses dari salah seorang sukses di Indonesia yang telah berpenghasilan miliaran rupiah per bulannya, salah seorang guru sukses tempat saya belajar.
Mari kita pelajari (buat yang selalu ingin belajar, nich cocok.. belajar terus, itu bagus. Belajar terus tanpa pernah action itu tidak bagus, gak seimbang), salah satu penyebab sukses atau gagal. Sukses adalah Kebiasaan. Kebiasaan mengemis jadilah Pengemis. Kebiasaan menyanyi jadilah Penyanyi. Kebiasaan Berusaha jadilah Pengusaha. Nah, apa kebiasaan pemirsa? Kebiasaan itu sendiri terbentuk karena tindakan. Tindakan yang dilakukan secara terus menerus akan menjadi sebuah kebiasaan. Seperti kata mutiara berikut : “Lakukan sebuah tindakan secara terus menerus hingga membentuk kebiasaan, dan akhirnya kebiasaan akan membentuk anda”.
Nah, tindakan itu sendiri berasal dari perkataan. Kita melakukan apa yang kita katakan. Seperti kata mutiara berikut : “Ucapanmu adalah Doamu.” ya, Perkataan bisa membentuk tindakan. Nah, perkataan itu sendiri keluar dari hasil pikiran. Ketika kita berpikir mau ke pasar, maka kita pun berucap :”Saya mau ke pasar”.  Ketika kita berpikir yakin bisa, maka ucapan yang keluar pun berisikan keyakinan bisa. Jadi perkataan itu berasal dari Pikiran. Jadi sumber utamanya di sini, di pikiran. So, bila ingin sukses, manfaatkanlah Pikiran dengan benar.
Kembali ke salah satu guru sukses saya tadi, Beliau bilang : “Bila ingin Sukses, Berpikirlah Sukses” Jadi, bila ingin sukses, ruang di pikiran kita haruslah 100% diisi dengan sukses. Tidak boleh ada sedikitpun ruang untuk Kegagalan. Tidak boleh mentolerir sedikit persen untuk kegagalan. Harus 100% Sukses. Jadi, semua cara berpikir dan berucap, haruslah 100% mengarah sukses. Beliau menyarankan tidak menggunakan kata semoga, mudah-mudahan. Kata-kata ini bisa menyebabkan kegagalan, karena bila diucapkan ada unsur persentase keraguan.
Oke, di akhir sharing ini saya menyumbang beberapa kata mutiara motivasi anti gagal :
Sukses itu Halal Gagal itu Haram
Sukses itu Wajib Gagal itu Najis
Sukses itu Hak Yang Harus Anda Peroleh hingga Kematian (Mati pun harus Sukses, karena ketika lahir Anda sukses)
Tidak ada yang namanya Gagal bila kita terus berusaha

Siapa yang Ingin Sukses? Nah, hari ini saya pengen cerita pembelajaran yang saya dapatkan dari orang-orang sukses, tentang Bagaimana Cara Pasti Meraih Sukses. Mau? Mau? Mau? Pagi ini saat nulis artikel ini di blog sharing motivasi dan inspirasi, kata motivasi, cerita motivasi, cerita hikmah, kata mutiara, saya juga baru habis membaca kisah sukses seorang atlet olimpiade. Ya, Peningkatan diri terus saya lakukan. Terkadang ngisi seminar, di sisi lain saya juga ikut seminar, baca buku, dengerin audio ataupun nonton video tentang peningkatan diri. Ya, saya mencontek kata mutiara ini : “Ketika anda berhenti belajar, itu artinya Anda “mati”. Saya juga terus berinvestasi meningkatkan diri. Ahh… kok malah cerita tentang saya.. Oke, sekarang akan dibuka rahasia sukses dari salah seorang sukses di Indonesia yang telah berpenghasilan miliaran rupiah per bulannya, salah seorang guru sukses tempat saya belajar.
Mari kita pelajari (buat yang selalu ingin belajar, nich cocok.. belajar terus, itu bagus. Belajar terus tanpa pernah action itu tidak bagus, gak seimbang), salah satu penyebab sukses atau gagal. Sukses adalah Kebiasaan. Kebiasaan mengemis jadilah Pengemis. Kebiasaan menyanyi jadilah Penyanyi. Kebiasaan Berusaha jadilah Pengusaha. Nah, apa kebiasaan pemirsa? Kebiasaan itu sendiri terbentuk karena tindakan. Tindakan yang dilakukan secara terus menerus akan menjadi sebuah kebiasaan. Seperti kata mutiara berikut : “Lakukan sebuah tindakan secara terus menerus hingga membentuk kebiasaan, dan akhirnya kebiasaan akan membentuk anda”.
Nah, tindakan itu sendiri berasal dari perkataan. Kita melakukan apa yang kita katakan. Seperti kata mutiara berikut : “Ucapanmu adalah Doamu.” ya, Perkataan bisa membentuk tindakan. Nah, perkataan itu sendiri keluar dari hasil pikiran. Ketika kita berpikir mau ke pasar, maka kita pun berucap :”Saya mau ke pasar”.  Ketika kita berpikir yakin bisa, maka ucapan yang keluar pun berisikan keyakinan bisa. Jadi perkataan itu berasal dari Pikiran. Jadi sumber utamanya di sini, di pikiran. So, bila ingin sukses, manfaatkanlah Pikiran dengan benar.
Kembali ke salah satu guru sukses saya tadi, Beliau bilang : “Bila ingin Sukses, Berpikirlah Sukses” Jadi, bila ingin sukses, ruang di pikiran kita haruslah 100% diisi dengan sukses. Tidak boleh ada sedikitpun ruang untuk Kegagalan. Tidak boleh mentolerir sedikit persen untuk kegagalan. Harus 100% Sukses. Jadi, semua cara berpikir dan berucap, haruslah 100% mengarah sukses. Beliau menyarankan tidak menggunakan kata semoga, mudah-mudahan. Kata-kata ini bisa menyebabkan kegagalan, karena bila diucapkan ada unsur persentase keraguan.
Oke, di akhir sharing ini saya menyumbang beberapa kata mutiara motivasi anti gagal :
Sukses itu Halal Gagal itu Haram
Sukses itu Wajib Gagal itu Najis
Sukses itu Hak Yang Harus Anda Peroleh hingga Kematian (Mati pun harus Sukses, karena ketika lahir Anda sukses)
Tidak ada yang namanya Gagal bila kita terus berusaha


BAB II
PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN MEDIA DAN ALAT PERAGA DI P4TK MATEMATIKA YOGYAKARTA
Pengembangan media/alat peraga volume balok dan kubus
Spesifikasi alat
Petunjuk pembuatan :
Bahan
Peralatan
no
Nama alat
banyaknya
keterangan
1.
Kubus (berupa kotak)
2 buah
Warna transparan
2.
Kubus satuan
(2 x 2 x 2 cm3)



Langkah-langkah pembuatan
Petunjuk penggunaan
Langkah-langkah penggunaan :
Standar kompetensi       :  Memahami sifat-sifat kubus, balok, prisma, limas, dan bagian-bagiannya, serta menentukan ukurannya.
Kompetensi dasar          : Menghitung luas permukaan dan volume kubus, balok, prisma dan limas.
Volume balok
Tujuan           : menunjukkan cara memperoleh volume balok
Langkah kegiatan :
a.      Perhatikan balok transparan (lihat gambar 5.a)
b.      Jelaskanlah dan tunjukkan yang dimaksud dengan titik sudut, rusuk (panjang, lebar dan tinggi) dan bidang sisi balok tersebut.
c.       Perhatikan kubus satuan (lihat gambar 5b) dan jelaskan bahwa kubus satuan tersebut akan dipergunakan sebagai satuan volume balok pada gambar 5a
d.     Suruhlah siswa untuk mengisi balok pada gambar 5a dengan kubus satuan yang telah disediakan (mengisi sambil dihitung banyaknya kubus satuan dimuat balok tersebut) setelah diisi penuh seperti pada gambar 5a
e.      Berapa buahkah kubus satuan yang dapat dimuat oleh kotak? (lihat gambar 5c) jawab yang diharapkan 60 buah.
f.        Jelaskanlah bahwa banyaknya kubus satuan yang dimuat balok adalah volume balok.
g.      Perhatikan balok transparan yang satu lagi.
h.      Suruhlah siswa untuk mengisi balok tersebut dengan kubus satuan yang telah disediakan, pada bagian alas dan satu deret pada bagian rusuk tegaknya, seperti gambar 5d (kubus satuan yang dipergunakan pada tepi rusuk alas dan tegaknya, seperti gambar 5d ( kubus satuan yang dipergunakan pada tepi rusuk alas dan tegak kelihatan berwarna merah).
i.        Bandingkanlah antara banyaknya kubus satuan pada rusuk panjang, lebar dan tinggi pada gambar 5c dengan banyaknya kubus satuan pada rusuk panjang, lebar dan tinggi pada gambar 5d (ternyata banyaknya kubus satuan sama)
j.        Jelaskanlah bahwa balok pada gambar 5d jika dilanjutkan diisi dengan satuan akan membuat 60 kubus satuan.
k.      Sekarang dari mana kita mengetahui bahwa volume kubus pada gambar 5d adalah 60 satuan volumenya untuk hal itu ikuti petuunjuk-petunjuk berikut:
Perhatikan kubus satuan pada lapisan alas, ada berapa buahkah?
(jawab yang diharapkan 15 buah).
Jelaskan bahwa 15 dapat diperoleh dari 5 x 3 (sebab banyaknya kubus pada rusuk merah adalah 5 buah dan pada rusuk lebar adalah 3 buah).
Selanjutnya akan kita sebut luas alas balok 15 satuan. Diperlukan berapa lapiskah agar balok (pada gambar 5d) dapat diisi penuh? (jawab yang diharapkan 4 lapis). Untuk selanjutnya banyaknya kubus satuan pada rusuk tegak kita sebut tinggi balok. Jelaskan bahwa setiap lapis itu sama dengan luas balok, sama dengan 15 satuan.
Jadi volume balok tersebut adalah 15 x 4 atau alas kali tinggi.
Jika ditulis dalam bentuk rumus, maka volume balok tersebut adalah
V = l x t
Karena luas alas kita peroleh dari rumus (L = p x l), maka rumus volume balok tersebut adalah berubah menjadi :
V = p x l x t (dengan p = panjang, l = lebar dan t = tinggi balok)









volume  kubus
langkah kegiatan:
a.      Perlihatkanlah kubus transpran (lihat gambar 4.a).
b.      Jelaskanlah dan tunjukan yang dimaksud dengan titik sudut, rusuk dan bidang kubus tersebut.
c.       Perlihatkanlah kubus satuan ( lihat gambar 4.b) dan jelaskanlah bahwa kubus satuan tersebut akan dipergunakan sebagai satuan kubus pada gambar 4.a.
d.     Suruhlah siswa untuk mengisi kubus pada gambar 4.a dengankubus satuan yang telah disediakan (mengisi sambil dihitung banyaknya kubus satuan yang dimuat kubus tersebut).setelah diisi penuh seperti gambar 4.c.
e.      Berapa kubus satuankah yang dapat dimuat oleh kubus (pada gambar 4.c) jawab yang di harapkan 64 buah.
f.        Jelaskanlah bahwa banyaknya kubus satuan yang dapat dimuat kubus adalah volume kubus.
g.      Perhatikan kubus transparan yang satu lagi. 
h.      Suruhlah siswa untuk mengisi kubus satuan pada bagian alasnya dan satu deret pada bagian rusuk tegakny, seperti pada gambar rusuk 4.d (kubus satu yang dipergunakan pada tepi rusuk alas dan tegak yang kelihatan berwarna merah).
i.        Suruhlah siswa untuk membandingkan antara banyaknya kubus satuan pada setiap bagian alas dan rusuk tengah pada gambar 4.b dengan banyaknya kubus satuan pada rusuk-rusuk alas dan tegaknya pada gambar 4.d ternyata banyak kubus satuan yang sama.
j.        Jelskanlah bahwa gambar 4.d jika dilanjutkan diisi dengan kubus satuan akan memuat 64 kubus satuan. Jadi kubus pada gambar 4.c volumenya isinya sama dengan kubus pada gambar 4.d.
k.      Sekarang dari mana kita dapat mengetahui bahwa volumenya kubus pada gambar 4.d adalah 64 satuan volume. Untuk hal itu ikutilah petunjuk berikut :

Perhatikan kubus satuan pada lapisan alas, ada berapa buahkah?
(jawaban yang diharapkan 16 buah). jelaskanlah bahwa 16 buah dapat diperolah dari 4 x 4 (sebab banyaknya kubus merah pada rusuk-rusuk alas masing-masing ada 4). Selanjutnya akan kita sebut luas alas kubus 16 satuan. Coba diperlukan berapa lapiskah agar kubus dapat diisi penuh ?
(jaawab yang diharapkan banyaknya kubus merah pada rusuk tegak 4 buah). Untuk selanjutnya banyaknya kubus tegak kita sebut tinggi.

Jelaskanlah bahwa setiap lapis itu sama dengan luas alas kubus, sama dengan 16 satuan. Jadi volume kubus tersebut adalah 16 x 4 atau”luas alas kali tinggi”
Jika ditulis dalam bentuk rumus, maka rumus volume tersebut adalah  V = L x t.

Karena panjang rusuk-rusuk kubus sama, maka rumus volume kubus tersebut berubah menjadi  v = a3 dengan a adalah banyaknya kubus satuanpada salah satu rusuk atau panjang salah satu rusuk.